TKA unit 1

 Pemahaman inferensial

A . Teks Deskripsi 

   Teks deskripsi adalah teks yang bertujuan melukiskan suatu objek, tempat, orang, atau peristiwa secara terperinci, agar pembaca dapat membayangkan dan merasakan apa yang digambarkan. Teks deskripsi bertujuan menggambarkan objek secara jelas dan mendetail sehingga seolah-olah pembaca dapat melihat serta merasakannya secara langsung.

1. Ciri-ciri Teks Deskripsi 

A. Menggambarkan suatu benda koma tempat koma atas suasana.

B. Menggunakan kalimat yang melibatkan pacar indra.

C. Menjelaskan ciri-ciri benda, seperti bentuk, warna, ukuran, dan keadaan benda secara detail.

D. membuat pembaca seolah-olah dapat merasakan langsung apa yang sedang dibahas dalam teks deskripsi.


2. Struktur Teks Deskripsi 

A. pengenalan umum (pernyataan): bagian pembuka yang memperkenalkan objek atau topik yang akan dideskripsikan.

B. Deskripsi bagian: bagian yang memuat rincian karakteristik atau objek cara lengkap dan mendalam.

C. Kesimpulan atau penutup: bagian yang menyampaikan pesan atau simpulan penulis terhadap objek yang di deskripsikan.


3. Jenis-jenis Teks Deskripsi 

A. Deskripsi secara subyektif: menggambarkan objek berdasarkan perasaan, pendapat, atau pandangan pribadi penulis.

B. Deskripsi tujuan: menggabarkan objek berdasarkan fakta tanpa mencampurkan pendapat dan opini pribadi.

C. Deskripsi spasial: menggambarkan tempat atau lokasi berdasarkan hasil pengamatan secara langsung.



B. Teks Berita

Teks berita adalah teks yang berisi informasi atau kabar terbaru tentang peristiwa atau kejadian yang terjadi di suatu tempat. Berita biasanya disampaikan melalui massa, seperti surat kabar, televisi, radio, dan media online.

1. Ciri-ciri Teks Berita

A. Faktual : Berdasarkan fakta yang benar dan dapat ditegakkan.

B. Aktual: Memuat informasi terbaru atau sedang terjadi.

C. Objektif: Disampaikan apa adanya, tanpa opini pribadi penulis.

D. Menarik: Disusun dengan bahasa yang menarik perhatian pembaca.


2. Struktur Teks Berita 

A. Judul ( headline ) : bagian awal yang mencerminkan isi berita secara keseluruhan dengan singkat, jelas, menarik, dan informatif untuk menarik perhatian pembaca.

B. Teras berita ( head ): paragraf pembuka yang membuat informasi paling penting, biasanya menjawab pertanyaan 5w + 1h ( apa siapa, di mana, kapan, mengapa, bagaimana )

C. Isi berita ( body ) : bagian ini memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai peristiwa yang diberitakan, termasuk latar belakang, kronologi, dan dampak peristiwa.

D. Ekor berita ( leg ) : berisi tambahan yang tidak terlalu penting, seperti data pendukung atau kutipan narasumber, dan dapat menghilangkan informasi tanpa mengurangi inti berita.


3. Tidak-unsur Teks Berita ( 5W + 1H )

A. What ( apa ) : peristiwa yang terjadi.

B. Siapa ( siapa ) : pihak yang terlibat dalam peristiwa.

C. Where ( di mana ) : lokasi kejadian.

D. Kapan ( kapan ) : waktu terjadinya peristiwa.

e. Why (mengapa): alasan atau latar belakang peristiwa.

F. How ( bagaimana ) : cara atau proses terjadinya peristiwa.



C. Teks Laporan Percobaan 

Teks apa percobaan adalah teksnya memaparkan tujuan, proses, dan hasil dari suatu percobaan ilmiah yang telah dilakukan. Teks ini digunakan untuk menyampaikan informasi kepada pembaca tentang apa yang telah dilakukan ditemukan selama percobaan, kegiatan praktikum, ataupun dalam karya ilmiah sederhana.

1. Tujuan Teks Laporan Percobaan 

A. menyampaikan hasil percobaan secara jelas dan sistematis.

B. mendokumentasikan produser dan hasil untuk keperluan analisis.

C. menyajikan data sebagai bukti ilmiah. 

D. Membentuk pembaca memahami cara kerja suatu fenomena atau proses.


2. Ciri-ciri Teks Laporan Percobaan 

a. Faktual dan Objektif 

B. Menggunakan bahasa yang jelas dan formal.

C. Memuat data dan hasil yang dapat diukur

D. Disusun dengan format yang teratur (judul, alat dan bahan, prosedur, hasil, serta kesimpulan ).


3. Struktur Teks Laporan Percobaan 

a. Tujuan percobaan 

b. Alat dan bahan

c. Prosedur atau metode 

d. Hasil percobaan



D. Iklan, Slogan, dan Poster 

Iklan, slogan, dan poster menggunakan teks persuasif untuk menyampaikan pesan kepada audiens, dengan tujuan membujuk mereka untuk melakukan sesuatu. Selain itu, ketiganya juga termasuk dalam bentuk iklan, baik yang bersifat komersial maupun nonkomersial.

1. Iklan 

iklan merupakan salah satu media informasi yang digunakan untuk memberitahukan, menawarkan, dan mempromosikan suatu produk barang atau jasa kepada masyarakat. Iklan bersifat membujuk atau mendorong masyarakat agar tertarik untuk membeli barang dan menggunakan jasa yang ditawarkan.

a. Ciri-ciri dan tujuan iklan

1. berisi pengenalan barang, produk, atau jasa yang ditawarkan kepada masyarakat.

2. menggunakan bahasa persuasif, yaitu bahasa yang bersifat membujuk dan mendorong seseorang untuk membeli atau menggunakan barang atau jasa yang ditawarkan.

3. bersifat komersial.

4. Sasaran iklan dapat mencakup semua usia atau kelompok usia tertentu, sesuai dengan produk dan jasa yang ditawarkan.

5. menggunakan media cetak, audio, atau audiovisual.

6. unsur-unsur iklan meliputi gambar, gerak, suara, dan kata-kata.

7. tujuan iklan adalah untuk memperkenalkan produk atau jasa, memasarkan produk, dan memperkuat citra merek suatu produk atau jasa.


B. Langkah-langkah menyusun iklan

1. Membuat pernyataan yang menarik perhatian khalayak dengan fokus pada masalah yang dihadapi 

2. Membuat pernyataan yang menawarkan solusi 

3. membuat pernyataan yang menunjukkan bukti

4. membuat kalimat yang mencantumkan harga atau informasi penawaran.


C. Jenis iklan berdasarkan isinya

1) iklan penawaran atau niaga 

2) iklan pemberitahuan atau pengumuman 

3) iklan permintaan 

4) iklan layanan masyarakat.


D. Jenis iklan berdasarkan media yang digunakan 

1) Iklan elektronik 

2) Iklan cetak


e. Iklan berdasarkan fungsi dan tujuan 

1) iklan komersial

2) iklan non komersial 



2. Slogan

Menurut kamus besar bahasa indonesia, slogan adalah kata atau kalimat pendek yang menarik, mencolok, dan mudah diingat ya memberikan kesan mendalam untuk menceritakan sesuatu, menjadi dasar tutunan atau pegangan hidup, prinsip utama, atau untuk menjelaskan tujuan suatu kelompok ideologi, organisasi, partai politik, dan sebagainya. Slogan pada umumnya bersifat provokatif sehingga mempengaruhi pembaca atau pendengarnya.


A. Ciri-ciri dan tujuan slogan

1) Berisi pengaruh, imbauan, motivasi, atau ajakan yang bersifat mempengaruhi, mengimbau, memotivasi, atau menyadarkan masyarakat tentang sesuatu yang perlu segera dilakukan atau ditindaklanjuti.

2) Slogan dapat berbentuk kalimat, klausa, atau frase, sedangkan gambar hanya sebagai pendukung.

3) Menggunakan pilihan kata yang singkat, jelas, padat, menarik, komunikatif, dan bersifat persuasif.

4) Slogan dapat berupa semboyan suatu organisasi atau kelompok masyarakat.

5) Slogan Sasaran menjangkau semua kalangan masyarakat, tanpa batas usia atau latar belakang.

6) slogan bersifat sosial atau menginspirasi seseorang atau sekelompok orang, bahkan masyarakat luas, untuk melakukan sesuatu yang positif dan bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.


B.Langkah langkah menyusun slogan

1) Menentukan objek atau tema yang akan dijadikan bahan penulisan slogan. 

2) Mengidentifikasi keunikan atau keistimewaan dari objek yang akan dijadikan slogan. 

3) Memilih aspek paling menarik dan relavan yang layak diangkat dalam bentuk slogan.

4) Menyusun ungkapan atau kata-kata khusus yang mampu menarik perhatian dan sesuai dengan objek yang akan dijadikan slogan.

5) Menggunakan media cetak atau siswa untuk mendukung penyampaian pesan secara lebih efektif.



3. Poster 

poster adalah media publikasi visual berupa plakat atau lembaran pengumuman yang berisi gambar atau gabungan antara gambar dan kata-kata singkat, jelas, dan menarik, yang bertujuan untuk menyampaikan pemberitahuan, ide gagasan, imbauan, larangan, informasi, atau pengumuman kepada khalayak ramai.


A. Ciri ciri dan tujuan poster

1) Langsung menarik perhatian ketika dilihat, terutama melalui penggunaan warna yang kontras.

2) Menggunakan unsur-unsur visual, seperti gambar, sketsa, lukisan, simbol, yang perpaduan warna.

3) Jika menggunakan teks, kalimat harus bersifat ajakan atau persuasif, singkat, dan padat.

4) Mampu meninggalkan kesan mendalam meskipun hanya dibaca secara sepintas.

5) Dipasang di lokasi yang strategis di tempat umum.

6) Didesain di atas media kertas, kain, atau videotron.

7) Poster bertujuan memberikan informasi, mengajak, dan menghimbau banyak orang untuk melakukan sesuatu seperti yang tergambar atau tertulis pada poster tersebut.


B. Langkah langkah membuat poster 

1) Menentukan topik dan tujuan yang ingin disampaikan melalui poster.

2) Merumuskan pesan atau amanat yang ingin disampaikan

3) Menentukan gambar yang sesuai tema dan pesan atau aman melalui penggunaan warna yang menarik dan serasi

4) Memerlukan kata-kata pendukung, menyusun kalimat poster dengan kalimat yang singkat, menarik, padat, dan jelas agar mudah dipahami orang 

5) Penggunaan kalimat yang bersifat mendukung agar dapat mempengaruhi banyak orang 

6) Memilih dan menggunakan media yang tepat untuk menyampaikan pesan, seperti kertas, papan yang luas, kain jarak, seng, atau media lainnya.




E. Teks Eksposisi 

Menurut KBBI, teks eksposisi adalah teks yang berisi uraian atau informasi yang bertujuan untuk menyampaikan pendapat atau gagasan, dan disajikan dengan fakta untuk memperkuat informasi tersebut. Dengan kata lain, teks eksposisi adalah teks yang menguraikan pandangan, gagasan, atau opini yang dilengkapi dengan argumentasi dan fakta pendukung untuk menguatkannya sehingga pemahaman logis dari penulis dapat membuka wawasan pembaca.

 Tujuan teks eksposisi adalah memberikan informasi atau pengetahuan berdasarkan fakta sesuai dengan sudut pandang tertentu sehingga pembaca dapat dengan mudah memahami makna serta isi pengetahuan yang terkandung di dalam teks tersebut oleh karena itu unsur-unsur yang harus ada dalam teks eksposisi adalah gagasan dan fakta.


1. Ciri ciri teks eksposisi 

A. Memberikan informasi atau pengetahuan 

B. Menggunakan bahasa yang baku

c. Berisi fakta 

D. Format penulisannya singkat, jelas, dan padat

e. Bersifat tujuan dan tidak memihak


2. Struktur Teks eksposisi 

A. Tesis : Berisi pengenalan isu, masalah, gagasan utama.

B. Penyusunan argumen : Berisi alasan yang logis, fakta yang terjadi.

C. Penegasan ulang : Menyajikan kesimpulan dan saran keseluruhan masalah


3. Kaidah Kebahasaan teks eksposisi 

1) Penggunaan kata kata teknis

2) Penggunaan kata kata yang menunjukkan argumentasi 

3) Penggunaan kata kata yang berhubungan dengan kronologis/temporal 

4) Penggunaan kata kata yang berhubungan dengan perbandingan/pertentangan 

5) Penggunaan kata kerja mental atau melibatkan aktivitas jiwa dan perasaan atau pemikiran 

6) Penggunaan kata kata rujukan

7) Penggunaan kata kata persuasif 

8) penggunaan kata kata denotatif


4. Pola pengembangan teks eksposisi 

a. Pola umum-khusus

b. Pola khusus-umum

c. Pola ilustrasi 

d. Pola perbandingan 


5. Langkah penyusunan teks eksposisi 

1) Menentukan isu ataupun masalah yang akan dibahas.

2) Membaca berbagai sumber yang berkaitan dengan isu yang dipilih.

3) Mendaftar topik topik yang berkaitan dengan isu.

4) Menyusun kerangka karangan struktur teks eksposisi.

5) Membaca kerangka yang telah disusun menjadi teks eksposisi.

6) Melakukan penyutingan untuk memperbaiki kesalahan tata bahasa, ejaan, struktur, kalimat, dan ketetapan isi.



F. Puisi 

Puisi adalah bentuk karya sastra yang menggunakan kata-kata indah dan bermakna. Dalam pengertian lama, puisi merupakan bentuk karangan yang terikat. Dalam pengertian modern, puisi adalah ungkapan jiwa penulis yang ditulis secara bebas, namun tetap memiliki ciri khas.


1. Puisi Lama atau puisi rakyat 

Puisi rakyat adalah sastra lisan berupa puisi terikat yang berkembang pada masa masyarakat tradisional. Tujuan puisi rakyat adalah untuk menghibur pembaca serta memberikan nasihat dalam rangka mendidik anak.

• Ciri puisi rakyat 

-Terdapat persakan atau rima. Rima adalah penggolongan bunyi yang terdapat dalam lari puisi secara teratur.

-Terdiri atas beberapa jumlah kata dalam satu baris.

-Terdiri atas beberapa jumlah baris dalam suatu umpan. Umpan adalah satu kumpulan puisi yang terdiri atas beberapa baris.

-Terdiri atas beberapa jumlah suku kata dalam setiap baris.


a. Ciri-ciri Pantun

• Satu umpan terdiri atas empat baris

• Setiap baris terdiri atas 8-12 suku kata

• Baris pertama dan kedua sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat merupakan isi

• Rima akhir berpola abab, artinya bunyi akhir baris pertama sama dengan bunyi akhir baris ketiga dan bunyi akhir baris kedua sama dengan bunyi akhir baris keempat.


b. Ciri-ciri Gurindam 

• Setiap umpan terdiri atas dua baris atau larik

• Setiap larik terdiri atas 8-14 suku kata

• Larik pertama merupakan syarat, sedangkan larik kedua merupakan jawaban

• Larik oertama dan kedua membentuk kalimat majemuk, umumnya berupa hubungan sebab-akibat 

• Rima akhir berpola aa


c. Ciri-ciri Mantra 

• Terdiri atas beberapa rangkaian kata yang memiliki irama

• Isinya berhubungan dengan kekuatan gaib dan dubuat serta diucapkan untuk tujuan tertentu 

• Mengandung unsur rayuan dan perintah 

• Merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipahami secara terpisah pisah

• Mengutamakan keindahan permainan bunyi


2. Puisi Baru

Puisi baru adalah karya sastra yang tidak terikat oleh aturan tertentu. Puisi ini merupakan bentuk karya sastra yang puitis, terdiri atas larik dan bait. Dalam KBBI Daring disebutkan bahwa puisi ditulis dengan menggunakan bahasa yang dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman hidup serta membangkitkan tanggapan khusus melalui penataan bunyi, drama, dan makna khusus.


Unsur-unsur puisi baru

A. Larik adalah baris dalam puisi atau sajak

B. Umpan adalah satu kesatuan puisi yang terdiri atas beberapa baris, seperti pantun yang terdiri atas empat baris 

C. Rima adalah melodi bunyi yang berselang, baik dalam puisi maupun pada bagian akhir baris

D. Imaji adalah unsur yang melibatkan pancaindra manusia dan dapat menggiring pembaca untuk membayangkan suatu kejadian dalam puisi

E. Diksi adalah pemilihan kata kata yang digunakan oleh penyair dalam puisi. Diksi dipilih secara cermat agar padat makna dan mengandung nilai estetika (keindahan)

F. Majas atau gaya bahasa merupakan unsur penting dalam membangun puisi. Kekuatan dan kedalaman makna puisi sangat bergantung pada majas yang digunakan. 


Majas yang digunakan dalam Puisi

1) Majas perbandingan ( perumamaan atau simile )

2) Majas metafora 

3) Majas personifikasi 

4) Sinekdoke

5) Perumpamaan epos ( perbandingan epos )

6) Repitisi 


Jenis puisi 

• Puisi diafan (mudah dipahami)

• Puisi prismati ( sulit dipahami )

Comments

Popular posts from this blog

TKA unit 1