Rangkuman Materi Bahasa Indonesia Kelas IX bab 5 - 8
4 November 2025
BAB 5
Peka terhadap Berbagai Masalah melalui Teks Tanggapan
Pengertian
Teks tanggapan adalah teks yang berisi pendapat, penilaian, atau tanggapan seseorang terhadap suatu hal, peristiwa, atau karya disertai alasan yang logis dan santun.
Tujuan:
Melatih kemampuan berpikir kritis dan apresiatif melalui teks tanggapan.
Ciri umum teks tanggapan:
1. Bertujuan mempengaruhi, membujuk, menyanggah, atau bereaksi.
2. Bersifat persuasif.
3. Disusun secara kronologis dan efisien.
Struktur teks tanggapan:
1. Kelebihan dan kekurangan
2. Penilaian keseluruhan
3. Lanjutkan
Kesimpulannya isi teks:
1. Baca paragraf dengan cermat.
2. Tentukan kalimat utama.
3. Buat simpulan dari isi paragraf.
Ciri kebahasaan:
1. Kalimat kompleks dan aktif.
2. Menggunakan kata tugas dan istilah deskriptif.
Etika mengkritik:
1. Gunakan metode “kue lapis” (pujian–kritik–pujian).
2. Gunakan bahasa yang sopan dan fokus pada tindakan, bukan pribadi.
Fungsi:
Teks tanggapan berfungsi untuk memberi penilaian atau tanggapan terhadap suatu persoalan, karya, atau peristiwa, sehingga pembaca dapat melihat sudut pandang lain yang kritis dan objektif.
BAB 6
Membangun Sikap Kritis melalui Teks Diskusi
Pengertian:
Teks diskusi adalah teks yang menyajikan suatu isu atau permasalahan dengan menampilkan dua sudut pandang berbeda (pihak yang setuju dan pihak yang tidak setuju), disertai alasan dan bukti logistik untuk mencari solusi terbaik.
Fungsi sosial:
Menyelesaikan masalah dengan mempertimbangkan dua sisi (pro dan kontra).
Tujuan:
Tujuan teks diskusi adalah mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan objektif, serta melatih siswa menyampaikan pendapat dengan logistik, sopan, dan berbasis data.
Struktur teks diskusi:
1. Pendahuluan – berisi isu atau topik masalah.
2. Satu sudut pandang – argumen beserta bukti dari satu pihak.
3. Sudut pandang berbeda – pandangan lain beserta solusi.
4. Simpulan – jalan keluar yang mempertimbangkan kedua sisi.
Ciri kebahasaan:
1. Keterhubungan kata dan makna.
2. Penggunaan kata persuasif.
3. Kesantunan berbahasa.
menyusun langkah teks diskusi:
1. Tentukan topik dan tujuan.
2. mengumpulkan data dari dua sisi.
3. Buat kerangka dan kembangkan menjadi tulisan lengkap.
BAB 7
Hikmah di Balik Cerita Inspiratif
Pengertian:
Cerita inspiratif adalah kisah nyata yang memberi motivasi untuk meniru hal positif (sukses, keberanian, ketulusan, dsb).
Fungsi:
Cerita inspiratif berfungsi untuk memberikan teladan, motivasi, dan semangat kepada pembaca agar melakukan hal-hal positif dalam kehidupan sehari-hari.
Unsur - Unsur:
Tema: gagasan utama cerita.
Tokoh dan penokohan: siapa yang berperan dan bagaimana karakternya.
Alur: urutan peristiwa (biasanya maju, bisa juga campuran).
Latar belakang: tempat, waktu, dan suasana kejadian.
Amanat: pesan moral yang ingin disampaikan.
Struktur teks cerita inspiratif:
1. Abstrak (opsional) – inti cerita.
2. Orientasi – pengenalan tema, tokoh, dan latar.
3. Komplikasi – konflik hingga klimaks.
4. Evaluasi – pemecahan masalah.
5. Resolusi – penyelesaian akhir.
6. Koda – amanat atau pesan moral.
Ciri kebahasaan:
Menggunakan kata deskriptif, ekspresif, dan majas (metafora, perumpamaan, repetisi).
Langkah menulis cerita inspiratif:
1. Tentukan tema dan amanat.
2. Buat kerangka isi dan paragraf pembuka yang menarik.
3. Gunakan bahasa ringan, alur mengalir, dan libatkan emosi.
4. Akhiri dengan ending yang berkesan.
BAB 8
Membangun Budaya Literasi dengan Mencintai Buku Nonfiksi
Pengertian:
Buku nonfiksi berisi fakta dan data tujuan, seperti buku pelajaran, biografi, jurnal, atau laporan ilmiah.
Perbedaan buku fiksi dan nonfiksi:
Fiksi: mengandung tokoh, alur, dan imajinasi.
Nonfiksi: bersifat informatif, sistematis, dan faktual.
Ciri - ciri buku nonfiksi:
1. Mengandung data dan fakta yang dapat dibuktikan.
2. Disajikan dengan bahasa ilmiah dan lugas.
3. Strukturnya teratur dan sistematis.
4. Memiliki tujuan untuk memberikan informasi, bukan hiburan.
Langkah-langkah merangkum buku nonfiksi:
1. Pahami isi buku dan sistematikanya.
2. Katat gagasan utama dan data penting.
3. Susun gagasan menjadi ringkas dan padat.
Jenis-jenis buku nonfiksi:
1. Buku ilmiah: laporan penelitian, skripsi, tesis, disertasi.
2..Buku semi-ilmiah: esai, artikel opini, atau biografi.
3. Buku populer: buku motivasi, sejarah, atau pengembangan diri.
4. Buku referensi: kamus, ensiklopedia, atlas, jurnal.
Merangkum dengan peta pikiran:
1. Letakkan judul di tengah.
2. Gunakan cabang utama dan subcabang berwarna.
3. Tambahkan kata kunci dan garis penghubung antar ide.
Langkah menyusun tanggapan terhadap buku:
1. Baca buku sampai tuntas.
2. Tandai bagian menarik.
3. Tulis tanggapan logistik dan tujuan.
4.Periksa kembali hasil tanggapan.
Comments
Post a Comment